Generasi Cerdas Tanpa Batas: Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Pernikahan Dini untuk Masa Depan Gemilang
robolinggo, 2024 – Program sosialisasi bertajuk “Generasi Cerdas Tanpa Batas: Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Pernikahan Dini untuk Masa Depan Gemilang” sukses dilaksanakan di Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mencegah pernikahan dini melalui edukasi dan penyadaran masyarakat tentang dampak negatifnya terhadap kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Program ini digagas oleh mahasiswa Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Surabaya, Nur Hayati dan Bastian Renita, di bawah bimbingan Dr. Wahyudi, M.Si. (Han) dan Dr. Oksiana Jatiningsih, M.Si. Sosialisasi ini menggandeng mitra Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memperkuat jangkauan dan efektivitas program.
Peserta, yang terdiri dari orang tua dan pendamping PKH, menunjukkan peningkatan pemahaman terkait risiko pernikahan dini. Sekitar 80% peserta kini memahami dampak kesehatan, 75% menyadari implikasi hukum, dan 85% memahami dampak ekonomi dan sosial dari pernikahan dini.
Sebagai hasil nyata, peserta berkomitmen untuk menolak pernikahan dini dan mendukung pendidikan anak-anak mereka. DeklaDeklarasi ini mencerminkan keseriusan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan pernikahan dini.
Diskusi interaktif selama sesi sosialisasi memperlihatkan antusiasme peserta dalam berbagi pengalaman dan bertanya mengenai pernikahan dini di lingkungan mereka.
Program ini tidak berhenti pada sosialisasi. Langkah berikutnya meliputi pembentukan pusat layanan konsultasi, pelaksanaan kegiatan rutin di sekolah, serta pengembangan kader-kader penyuluh di masyarakat.
Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk orang tua, remaja, dan tokoh agama, program ini diharapkan mampu menekan angka pernikahan dini yang cukup tinggi di Kabupaten Probolinggo dan Banyuwangi.