Bangkalan – Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Minggu, 31 Agustus 2025, dipenuhi semangat kebersamaan ketika lebih dari 1.800 akademisi dan mahasiswa hadir dalam seminar nasional bertajuk “Mencegah Tindakan Radikalisme dan Intoleransi di Lingkungan Kampus.”
Dalam acara ini, Universitas Trunojoyo Madura menghadirkan tokoh akademisi, Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, M.A., sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau disambut antusias peserta yang haus akan pencerahan terkait isu radikalisme dan intoleransi yang semakin menjadi tantangan di dunia pendidikan tinggi. Kegiatan seminar ini juga menghadirkan dari Densus 88 Mabes Polri, Kombes Polisi Moh. Dhofir SH., MH. yang memberikan pencerahan agar civitas akademika kampus mewaspadai fenomena intoleransi dan radikalisme supaya tidak mudah terpapar. Acara ini terselenggara atas sinergi UTM dengan Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Dalam paparannya, Prof. Turhan Yani menegaskan pentingnya kampus sebagai ruang aman untuk menumbuhkan semangat moderasi, toleransi, dan keberagaman. “Kampus tidak hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga arena pembentukan karakter. Radikalisme dan intoleransi hanya dapat dicegah jika kita mampu menumbuhkan budaya dialog, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tegasnya.