"Sosialisasi PAUD di Wiyung: Upaya Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Orang Tua untuk Masa Depan Anak"
Surabaya, Desember 2024
Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di RW 006 Kelurahan Wiyung Surabaya masih menjadi tantangan besar dalam upaya menciptakan generasi yang siap menghadapi masa depan. Berdasarkan data terkini yang diperoleh melalui angket, mayoritas orang tua di wilayah tersebut memiliki tingkat pendidikan yang rendah, yaitu jenjang SD sampai SMA. Kondisi ini berdampak pada rendahnya perhatian terhadap pendidikan anak, khususnya pada usia dini yang merupakan masa krusial dalam membentuk kemampuan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Jika melihat kenyataan yang ada di Kelurahan Wiyung, keadaan kelompok bermain sudah banyak dijumpai. Salah satu nya yaitu PAUD Mawar Merah pada Balai RW 006 kelurahan Wiyung Kota Surabaya. Faktor sosial ekonomi menjadi penghambat utama orangtua tidak mendaftarkan anak nya untuk sekolah di PAUD karena mereka menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengurus rumah tangga. Situasi ini membuat mereka lebih memprioritaskan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan, dibandingkan dengan investasi pendidikan anak usia dini. Minimnya program subsidi dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan PAUD juga memperburuk situasi ini.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, kegiatan ini diawali dengan identifikasi awal melalui kerja sama dengan RT dan RW setempat. Data yang dikumpulkan meliputi latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan kondisi ekonomi keluarga. Langkah ini menjadi dasar untuk menyusun
materi sosialisasi yang dirancang agar mudah dipahami. Program ini akan dilakukan melalui kegiatan seperti penyuluhan, sosialisasi pertemuan warga, dan kolaborasi dengan para guru PAUD. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang manfaat PAUD, mulai dari peningkatan kemampuan kognitif, sosial, hingga emosional anak. "PAUD sebenarnya menjadi fondasi penting untuk mendukung perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan dasar. Namun, banyak orang tua di Wiyung yang belum memahami manfaat besar ini," jelas Ibu Gunarsi Ritmala, Kepala PAUD Mawar Merah.
Kegiatan sosialisasi yang diadakan di Balai RW 006 Kelurahan Wiyung pada Rabu, 4 Desember 2024 ini juga menjadi bagian dari tugas mata kuliah Projek Kewarganegaraan S2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Surabaya dengan mahasiswa Laila Vika Safitri dan Eka Mia Wulandari dengan dosen pengampu Bapak Dr.Wahyudi, M.Si dan Ibu Dr.Oksiana Jatiningsih, M.Si. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan tugas akademik, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui pendekatan berbasis komunitas, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di lapangan sehingga menghasilkan solusi yang aplikatif dan berdampak positif. Dengan melibatkan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan mahasiswa pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan masyarakat dan melatih kemampuan mereka dalam merancang serta melaksanakan program yang bermanfaat secara luas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa S2 PPKN Unesa berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepala Sekolah PPT Mawar Merah (Gunarsi Ritmala, S.Pd), Guru (Safitri, S.Pd), Praktisi pendidikan (M.Nur, M.Pd), dan tokoh masyarakat setempat guna memastikan pendekatan yang dilakukan benar-benar efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan solusi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) terhadap pentingnya PAUD sebagai investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan nilai-nilai kewarganegaraan, seperti partisipasi aktif, empati sosial, dan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks nyata.Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, ibu-ibu diberikan informasi
mendalam tentang manfaat PAUD bagi perkembangan anak, termasuk aspek kognitif, sosial, dan emosional. Untuk mempermudah pemahaman, digunakan berbagai media visual seperti poster, alat peraga edukatif, dan simulasi kegiatan belajar di PAUD. Kolaborasi antara kepala sekolah PAUD dan Praktisi Pendidikan sangat penting dalam memastikan bahwa pesan sosialisasi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Keberadaan narasumber yang kompeten dan terpercaya memberikan kepercayaan lebih bagi orangtua untuk memahami bahwa pendidikan anak usia dini adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan anak dan masa depan mereka."Melalui pendekatan ini, kami ingin memberikan gambaran nyata tentang bagaimana pendidikan usia dini berkontribusi pada masa depan anak,"ujar Ibu Gunarsi Ritmala, Kepala PAUD Mawar Merah.
Sesi sosialisasi ini dirancang interaktif, dengan pendekatan diskusi dan tanya jawab. Orang tua diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Narasumber, termasuk guru PAUD, memberikan penjelasan rinci mengenai proses pendaftaran, kurikulum, dan manfaat jangka panjang dari pendidikan anak usia dini. "Banyak orang tua yang sebelumnya ragu-ragu, tetapi setelah mengikuti sosialisasi ini, mereka mulai memahami bahwa PAUD adalah investasi penting bagi anak-anak mereka," tambah Bapak M. Nur Wahyudah, selaku praktisi pendidikan.
Selain materi yang disampaikan secara verbal, peserta sosialisasi juga diberikan poster yang berisi informasi lengkap tentang PAUD termasuk alamat PAUD terdekat, waktu pendaftaran, dan daftar program subsidi yang dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan adanya materi tambahan ini, diharapkan peserta dapat
menyebarluaskan informasi kepada anggota keluarga atau tetangga lainnya. Hasil angket menunjukkan perubahan positif dalam pandangan orang tua terhadap PAUD, sekitar 80% responden menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut memberikan wawasan baru mengenai manfaat pendidikan anak usia dini, terutama dalam hal pengembangan kognitif, sosial, dan emosional anak yang dapat mempengaruhi kesuksesan mereka di masa depan. Sebagian besar orangtua mengungkapkan bahwa mereka kini lebih percaya bahwa pendidikan anak usia dini dapat membekali anak dengan keterampilan yang penting sebelum memasuki pendidikan dasar, seperti keterampilan berbahasa, berinteraksi sosial, dan memecahkan masalah secara kreatif. Beberapa responden bahkan menyatakan bahwa mereka merasa bersyukur atas adanya sosialisasi ini karena mereka tidak pernah menyadari betapa besar dampak positif yang bisa diberikan oleh pendidikan pada usia dini terhadap masa depan anak mereka.
Tidak hanya meningkatkan kesadaran, sosialisasi ini juga mendorong sebagian besar orangtua untuk segera mengambil langkah nyata dalam menyekolahkan anak-anak mereka ke PAUD. Lebih dari 70% responden mengungkapkan niat mereka untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke lembaga PAUD terdekat setelah mengikuti sosialisasi. Mereka merasa lebih percaya diri karena kini memahami bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang belajar akademik, tetapi juga mengenai pembentukan karakter dan keterampilan sosial yang sangat penting untuk kehidupan anak di masa mendatang. Selain itu, sosialisasi tersebut juga membuka pemahaman tentang adanya berbagai program bantuan atau subsidi yang dapat meringankan biaya pendidikan, sehingga semakin memotivasi orangtua untuk mengikutsertakan anak mereka di PAUD. "Diharapkan dengan adanya program ini, orang tua akan lebih termotivasi untuk menyekolahkan anak-anak mereka di PAUD. Langkah ini menjadi investasi masa depan demi mencetak generasi yang lebih siap menghadapi tantangan pendidikan formal “tambah perwakilan pengurus RW 006.
Sebagai tindak lanjut, tim sosialisasi merencanakan program edukasi berkelanjutan yang akan melibatkan orang tua secara aktif dalam mendukung perkembangan anak mereka di rumah. Program ini mencakup pelatihan singkat tentang aktivitas edukatif yang dapat dilakukan di rumah tanpa biaya besar, seperti mendongeng, bermain permainan edukatif, dan melatih anak berkomunikasi sehingga dibuatkan grup whatsapp sebagai tindak lanjut kegiatan ini.
Tidak hanya itu, upaya ini juga menekankan pentingnya membangun komunitas peduli pendidikan, di mana warga RW 006 dapat bekerja sama mendukung satu sama lain dalam mengatasi
kendala yang dihadapi. Misalnya, pembentukan kelompok belajar bersama atau kelompok pengasuhan anak di lingkungan sekitar. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini. Kolaborasi yang solid antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan. Dengan sosialisasi yang berkelanjutan, harapannya tidak ada lagi anak-anak di Kelurahan Wiyung yang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan usia dini yang layak. Keberhasilan program ini akan diukur melalui survei evaluasi yang menilai tingkat kesadaran dan jumlah anak yang terdaftar di lembaga PAUD setempat. Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan tantangan pendidikan di Wiyung dapat diatasi, dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Dokumentasi lengkap dari rangkaian kegiatan sosialisasi pentingnya PAUD kini dapat diakses oleh masyarakat luas melalui kanal YouTube pada tautan berikut https://youtu.be/6gd2vXvUCrQ?si=3eecfwCLE- 8Naq0w. Video tersebut menyajikan rekaman seluruh proses kegiatan, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sosialisasi, hingga testimoni dari peserta dan narasumber yang terlibat. Dengan penyebaran melalui platform digital, pesan tentang pentingnya PAUD diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk para orang tua, pendidik, dan pemangku kebijakan sehingga semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi terhadap PAUD.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: Program Studi S2 PPKn UNESA Email: [email protected]