Membangun Smart And Good Citizenship Melalui Majlis Taklim Mardhatillah
Surabaya, 2024 – Dalam era digital yang terus berkembang, Majelis Ta’lim Mardhatillah, berlokasi di Jl. Karah V No. 34 A, Surabaya, telah sukses menyelenggarakan pelatihan literasi digital bagi para jamaahnyanya. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi memperkuat kemampuan para ibu-ibu anggota majelis dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif dan produktif, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan mempererat silaturahmi sehingga para jamaah menjadi smart and good citizenship.
Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari projek kewarganegaraan oleh mahasiswa FISIPPOL S2 PPKn Universitas Negeri Surabaya Anilawati dan Anna Aisyah dengan bimbingan dari Dr Oksiana Jatiningsih,M.Si dan Dr Wahyudi, S.Pd, M.Si , bertajuk "Literasi Digital Majelis Ta’lim Mardhatillah: Menyebarkan Ilmu, Menguatkan Silaturahim, Meraih Keridhaan Allah." Melalui metode pendekatan partisipatif ini, para jamaah Mardhatillah diajarkan dasar-dasar penggunaan perangkat digital, keamanan internet, hingga pembuatan konten keagamaan di media sosial.
Peningkatan Kemampuan Anggota
Dari hasil evaluasi, pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi digital anggota majelis secara signifikan. Sebanyak 85% peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menggunakan platform seperti WhatsApp, Facebook, dan YouTube untuk kegiatan dakwah, berbagi ilmu agama, serta mengikuti ceramah secara daring. Selain itu, anggota juga diajarkan cara menjaga privasi data dan menghindari risiko kejahatan siber seperti penyebaran hoaks dan penipuan daring.
Respons Positif dan Tantangan
Ketua Majelis Ta’lim, Ibu Hj. Anna Aisyah, S.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas keagamaan dan sosial. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Namun, pelaksanaan program ini juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan perangkat yang dimiliki peserta serta waktu latihan yang relatif singkat. Meskipun demikian, semangat para jamaah untuk belajar tetap tinggi, sehingga program ini dinilai berhasil.
Solusi dan Dampak Jangka Panjang
Program literasi digital ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat jaringan silaturahim dan dakwah. Dengan meningkatnya kemampuan digital, anggota Majelis Ta’lim kini lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk kehidupan sehari-hari dan aktivitas keagamaan, seperti berbagi konten positif, mengakses Al-Qur'an digital, serta mengikuti kajian Islam secara fleksibel dan mudah.
Proyek ini diharapkan menjadi inspirasi untuk memperluas program serupa di kalangan majelis taklim lainnya, sehingga literasi digital dapat menjangkau lebih banyak komunitas, mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas, produktif, dan religius di era digital.