PRODI S2 PPKn GELAR PELATIHAN MODIFIKASI MODUL AJAR BERBASIS PENDIDIKAN INKLUSI
Minggu,
15 Juni 2025, Sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,
Program Studi S2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan melibatkan
para guru dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan
Pancasila tingkat SMP se-Kabupaten Magetan. Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Keterampilan Guru
Pendidikan Pancasila dalam Merancang Modul Ajar Berbasis Pendidikan Inklusi
Menuju Sekolah Ramah Anak”, dan dilaksanakan secara luring di Aula
Kampus 5 UNESA Kabupaten Magetan serta daring secara berkala.
Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan Bapak Drs. Suwata, M.Si. Selanjutnya pelatihan diikuti oleh guru-guru Pendidikan Pancasila dari 39 sekolah tingkat SMP di seluruh Kabupaten Magetan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kesadaran guru dalam menyusun perangkat ajar Pendidikan Pancasila yang berpihak pada keberagaman dan kebutuhan siswa, khususnya siswa berkebutuhan khusus. Pelatihan ini sekaligus mendorong para guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai inklusivitas ke dalam kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas.
Pelatihan
diawali dengan penyampaian materi dasar terkait konsep pendidikan inklusi,
pengembangan modul ajar berbasis pendidikan inklusi beserta cara dan acuan
teknis memodifikasi modul ajar yang inklusif, kemudian dilanjutkan sesi-sesi
terstruktur yang dirancang dalam enam tahap. Setiap dua minggu, guru peserta
didampingi secara daring untuk menyusun komponen modul ajar, dimulai dari bahan
ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media pembelajaran, hingga instrumen
evaluasi.
Ketua Tim PKM Prof. Dr. Hj. Rr. Nanik Setyowati, M.Si. menyampaikan, “Setelah dua kali pertemuan tatap muka, pendampingan akan dilakukan setiap dua minggu sekali secara daring. Pada pertemuan ketiga guru diminta menyusun bahan ajar, keempat LKPD, kelima media, dan keenam adalah instrumen. Pertemuan ketujuh akan diisi dengan presentasi modul ajar, dan pertemuan kedelapan adalah evaluasi akhir setelah 64 jam pelatihan.” Beliau juga menambahkan bahwa “Kami berharap kegiatan PKM ini dapat mendorong para guru anggota MGMP Pendidikan Pancasila SMP di Kabupaten Magetan untuk memahami, menyadari, dan memiliki keterampilan dalam menyusun modul ajar yang berbasis pembelajaran inklusi.”
Selama kegiatan berlangsung,
para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya menerima materi,
tetapi juga aktif dalam diskusi dan praktik penyusunan modul ajar secara
bertahap. Pendampingan intensif dari tim dosen yang terdiri Dr. Harmanto, M.Pd,
Rianda Usmi M.Pd, Budi Santosa, M.S.I, dan juga mahasiswa S2 PPKn UNESA turut
membantu peserta dalam menyusun
modul ajar yang berbasis pembelajaran inklusi.
Kegiatan pelatihan penyusunan modul ajar yang
diselenggarakan oleh Program
Studi S2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas
Negeri Surabaya (UNESA) ini memberikan dampak positif bagi para peserta,
khususnya guru-guru SMP di Kabupaten Magetan. Salah satunya diungkapkan oleh
Panca Hutama, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten
Magetan.
"Pelatihan ini memperkuat keyakinan saya bahwa
setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda, dan tugas kita sebagai
pendidik adalah memastikan mereka merasa diterima dan didukung dalam proses
belajar," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa materi yang disampaikan para dosen dari Prodi PPKn UNESA terasa sangat relevan karena disertai contoh nyata praktik lapangan. "Saya merasa pelatihan ini ringan namun sangat mengena, karena mampu menghubungkan teori dengan kondisi nyata di sekolah," tambahnya.
Titik Yulianti, S.Pd., guru Pendidikan Pancasila di SMPN
1 Karas Kabupaten Magetan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti diklat
pembelajaran inklusi yang diselenggarakan oleh UNESA Kampus 5 karena guru perlu
dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menangani ABK, sehingga bisa
mengelola keragaman di kelas dan menerapkan strategi pembelajaran yang inklusif. Melalui kegiatan ini, Program Studi S2 PPKn UNESA
berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas guru dalam menjawab
tantangan pendidikan abad ke-21 dengan pendekatan yang lebih adil, inklusif,
dan humanis.